Bamsoet: Kemenhub Harus Panggil Pihak Maskapai Perihal Mahalnya Harga Tiket

Mawardi Tombang
Sabtu, 12 Januari 2019 10:15:53
Bambang Soesatyo

KANALSUMATERA.com - Industri penerbangan membuka awal tahun 2o19 dengan kontroversi tarif pesawat yang dinilai mahal. Publik menyatakan protes atas tingginya tarif pesawat bahkan di saat musim liburan sudah selesai.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kementerian Perhubungan tak tinggal diam atas banyaknya keluhan masyarakat terhadap tarif pesawat. Kemenhub diminta segera merespons karena banyak konsumen merasa tarif pesawat naik hingga dua kali lipat.

Bamsoet mendorong Kemenhub untuk memanggil seluruh maskapai penerbangan. "Tujuannya untuk menjelaskan mengenai kenaikan tiket pesawat," kata Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (11/1).

Selain itu, Kemenhub perlu meminta penjelasan kepada maskapai mengenai penerapan harga bagasi. Menurut dia, hal itu penting dilakukan agar tidak menimbulkan persepsi sebagai ketidakberpihakan terhadap masyarakat.

Baca: Bamsoet: Kemenhub Harus Panggil Pihak Maskapai Perihal Mahalnya Harga Tiket

"Saya juga mendorong Kemenhub untuk meminta seluruh maskapai penerbangan mematuhi ketentuan tarif harga atas," ujarnya.

Tarif pesawat memang sedang dikeluhkan masyarakat. Konsumen yang sering menggunakan jasa transportasi udara menganggap tarif masih terlalu tinggi.

Padahal, musim libur Natal dan Tahun Baru 2019 sudah lewat. Petisi untuk menurunkan tarif pesawat pun digulirkan.

Tingginya biaya operasional menjadi salah satu alasan maskapai penerbangan memasang tarif mendekati batas atas. Tarif belum ditekan ke batas bawah demi menghindari kerugian.

Baca: Senggol Tiang Lampu Bandara Bengkulu, Lion Air JT 633 Batal Terbang

Garuda Indonesia menjadi salah satu pihak yang disinggung dalam petisi tersebut. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, beban operasional menjadi alasan Garuda menjual tiket pada kisaran harga batas atas seperti saat ini.

Dia menjelaskan, harga avtur menjadi salah satu beban yang besar dalam biaya operasional. "Avtur sudah naik 30 persen dibandingkan negara tetangga. Avtur Indonesia memang lebih tinggi dibandingkan negara tetangga," ujar Ikhsan, Jumat (11/1).

Ikhsan mengatakan, biaya operasional lainnya, seperti pajak bandara, juga mengalami kenaikan. Dengan kondisi ini, kata dia, maskapai harus berani mengambil pilihan untuk terus eksis atau bangkrut.

"Makanya itu, harga yang harus kami jual di batas atas. Harga promo sedang direm, tapi untuk rute-rute tertentu masih kami terapkan," Ikhsan menjelaskan.

Baca: Anggota Komisi VII DPR Hendry Munief Sambut Baik Diskon Tiket Pesawat Domestik Jelang Lebaran

Faktor lainnya, kata dia, Garuda Indonesia merupakan maskapai dengan golongan full service yang berarti penumpang membayar layanan yang diberikan.

Dia mengungkapkan, kondisi maskapai penerbangan sedang megap-megap. Kerugian tak hanya dialami Garuda, tetapi juga banyak maskapai lainnya. Meski begitu, Ikhsan menegaskan, Garuda tak perlu mengumumkan kinerja keuangan karena bukan perusahaan terbuka.

"Tapi, dari sembilan maskapai, tujuh di antaranya rata-rata dalam tanda kutip sudah megap-megap," ujar dia.

Pengamat dari Arista Indonesia Aviation Center, Arista Atmajati, mengatakan, bisnis penerbangan di Indonesia saat ini banyak yang sudah masuk ke tahap kerugian. Menurut dia, kerugiannya bahkan sudah masuk kategori berbahaya.

Terkait
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kalimantan, Berikut Daftarnya
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kalimantan, Berikut Daftarnya
Lainnya
Saham Krakatau Steel Anjlok Setelah Direkturnya Ditangkap Tangan KPK
Saham Krakatau Steel Anjlok Setelah Direkturnya Ditangkap Tangan KPK
BPS: Kinerja Ekspor Februari 2019 Turun di Segala Sekto
Bamsoet: Kemenhub Harus Panggil Pihak Maskapai Perihal
Masjid Paripurna di Pekanbaru Akan Miliki Toko Modern
Hukum
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
“Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Politik
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Ribuan Masyarakat dan Kader Hadiri Halal Bi Halal DPD PKS Pekanbaru
Saat Sosialisasi Empat Pilar, Syahrul Aidi Maazat Inisi
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Gandeng In
Entertainment
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Ekonomi
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
LAZ MHC Raih Opini WTP 2025, Perkuat Langkah Bersama Direktur Baru dan Momentum Ramadhan 2026
Anggota DPR Hendry Munief Dorong Sektor Ekraf Dapat Aks
Industri Halal Indonesia di 2025 Tumbuh 6,2 Persen: Q1
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Pendidikan
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
Komisi X DPR ke Unri, Karmila Sari: Jalur Penerimaan Mahasiswa harus Ditata Ulang
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Sekda R
FORMA KIP-Kuliah UIN Suska Riau Audiensi dengan Kadispo