Bamsoet: Kemenhub Harus Panggil Pihak Maskapai Perihal Mahalnya Harga Tiket

Mawardi Tombang
Sabtu, 12 Januari 2019 10:16:02
Bambang Soesatyo

KANALSUMATERA.com - Industri penerbangan membuka awal tahun 2o19 dengan kontroversi tarif pesawat yang dinilai mahal. Publik menyatakan protes atas tingginya tarif pesawat bahkan di saat musim liburan sudah selesai.

Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kementerian Perhubungan tak tinggal diam atas banyaknya keluhan masyarakat terhadap tarif pesawat. Kemenhub diminta segera merespons karena banyak konsumen merasa tarif pesawat naik hingga dua kali lipat.

Bamsoet mendorong Kemenhub untuk memanggil seluruh maskapai penerbangan. "Tujuannya untuk menjelaskan mengenai kenaikan tiket pesawat," kata Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (11/1).

Selain itu, Kemenhub perlu meminta penjelasan kepada maskapai mengenai penerapan harga bagasi. Menurut dia, hal itu penting dilakukan agar tidak menimbulkan persepsi sebagai ketidakberpihakan terhadap masyarakat.

Baca: Bamsoet: Kemenhub Harus Panggil Pihak Maskapai Perihal Mahalnya Harga Tiket

"Saya juga mendorong Kemenhub untuk meminta seluruh maskapai penerbangan mematuhi ketentuan tarif harga atas," ujarnya.

Tarif pesawat memang sedang dikeluhkan masyarakat. Konsumen yang sering menggunakan jasa transportasi udara menganggap tarif masih terlalu tinggi.

Padahal, musim libur Natal dan Tahun Baru 2019 sudah lewat. Petisi untuk menurunkan tarif pesawat pun digulirkan.

Tingginya biaya operasional menjadi salah satu alasan maskapai penerbangan memasang tarif mendekati batas atas. Tarif belum ditekan ke batas bawah demi menghindari kerugian.

Baca: Senggol Tiang Lampu Bandara Bengkulu, Lion Air JT 633 Batal Terbang

Garuda Indonesia menjadi salah satu pihak yang disinggung dalam petisi tersebut. VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, beban operasional menjadi alasan Garuda menjual tiket pada kisaran harga batas atas seperti saat ini.

Dia menjelaskan, harga avtur menjadi salah satu beban yang besar dalam biaya operasional. "Avtur sudah naik 30 persen dibandingkan negara tetangga. Avtur Indonesia memang lebih tinggi dibandingkan negara tetangga," ujar Ikhsan, Jumat (11/1).

Ikhsan mengatakan, biaya operasional lainnya, seperti pajak bandara, juga mengalami kenaikan. Dengan kondisi ini, kata dia, maskapai harus berani mengambil pilihan untuk terus eksis atau bangkrut.

"Makanya itu, harga yang harus kami jual di batas atas. Harga promo sedang direm, tapi untuk rute-rute tertentu masih kami terapkan," Ikhsan menjelaskan.

Baca: BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ada JIS dan Cikal

Faktor lainnya, kata dia, Garuda Indonesia merupakan maskapai dengan golongan full service yang berarti penumpang membayar layanan yang diberikan.

Dia mengungkapkan, kondisi maskapai penerbangan sedang megap-megap. Kerugian tak hanya dialami Garuda, tetapi juga banyak maskapai lainnya. Meski begitu, Ikhsan menegaskan, Garuda tak perlu mengumumkan kinerja keuangan karena bukan perusahaan terbuka.

"Tapi, dari sembilan maskapai, tujuh di antaranya rata-rata dalam tanda kutip sudah megap-megap," ujar dia.

Pengamat dari Arista Indonesia Aviation Center, Arista Atmajati, mengatakan, bisnis penerbangan di Indonesia saat ini banyak yang sudah masuk ke tahap kerugian. Menurut dia, kerugiannya bahkan sudah masuk kategori berbahaya.



Terkait
Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar
Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar
Uji Kekuatan Tanah, Bandara SSK II Pekanbaru Pangkas Ja
Enam Kios Pangan Murah Hadir di Pekanbaru, Pemko Perkua
Harga TBS Sawit Riau Periode 1–7 Juli 2026 Naik, Umur
Lainnya
Karmila Sari Dorong UMKM Pekanbaru Inovatif dan Manfaatkan Data Pasar
Karmila Sari Dorong UMKM Pekanbaru Inovatif dan Manfaatkan Data Pasar
Syamsuar Minta Direktur Baru BSP Berani Berbenah Demi K
Bangkitkan Kejayaan Lapangan Minas, Pertamina Lakukan H
Tarif Trump dan IEU-CEPA, Arah Baru Ekonomi Global Indo
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Berangkat Akibat Penutupan Bandara Riyadh
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Jaksa Agung dan Kapolri Bahas Penanganan Karhutla, Koor
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket