Pekerja Pertamina Duga Avtur Dijadikan Kambing Hitam Agar Perusahaan Lain Masuk

Mawardi Tombang
Jumat, 15 Februari 2019 22:46:47

KANALSUMATERA.com - Para pekerja PT Pertamina (Persero) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menepis jika avtur sebagai dalang dari kemahalan harga tiket pesawat. FSPPB menduga, avtur dijadikan 'kambing hitam' agar perusahaan lain masuk di bisnis bahan bakar pesawat tersebut.

Presiden FSPPB Arie Gumilar menjelaskan, wacana avtur sebagai biang kemahalan tiket pesawat mulanya diungkapkan oleh Ketua Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Ari Askhara di awal Januari 2019.

Menurutnya, hal itu tidak benar. Lantaran, tren harga avtur menurun dari periode Oktober hingga Desember 2018. Bahkan, avtur mencapai titik terendahnya di Januari 2019.

"Kita coba klarifikasi, saya bilang ini kebohongan publik karena justru tren harga avtur dari Oktober-Desember terus turun. Bahkan di awal Januari 2019 pada saat tiket pesawat betul-betul melonjak itu harga avtur terendah sepanjang 2018," jelasnya kepada detikFinance, Jumat (15/2/2019).

Baca: BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ada JIS dan Cikal

"Logikanya kalau misalkan harga tiket karena harga avtur, harusnya harga tiket justru paling murah, karena harga avtur paling murah saat itu," tambahnya.

Arie mencurigai, ada kepentingan terkait statement tersebut. Sebab itu, ia melayangkan somasi ke INACA. "Dan setelah kita somasi, kita juga ketemu tim INACA kemudian mereka klarifikasi bahwa memang penyebab utama harga tiket pesawat bukan dari avtur tapi ada komponen lain yang menyebabkan tiket itu mahal," ujarnya.

Setelah rampung, persoalan avtur kembali muncul. Bahkan, pernyataan tersebut muncul dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pak Jokowi sampai mengatakan, bahwa ini biang kerok Pertamina kami akan panggil Dirut Pertamina untuk menurunkan harga avtur kan jadi nggak bener," ungkapnya.

Baca: Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi

Apalagi, hari ini dikabarkan ada perusahaan yang menyatakan minat untuk masuk di bisnis avtur.

"Kami melihat ini ada kepentingan-kepentingan kartel, kepentingan perusahaan asing karena jelas berita pagi ini. Saya lihat juga AKR dan BP siap masuk bisnis avtur Indonesia. Jangan-jangan biang keroknya dari sini. Dia nembus INACA nggak masuk, sekarang lewat Presiden," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, Pertamina punya tugas berat menyediakan bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia. Jika Pertamina mesti diadu dengan swasta, maka Pertamina akan kalah saing.

"Pertamina menjual avtur juga di setiap bandara bahkan sampai bandara pelopor. Kalau misalkan diadu disisi yang 'gemuk' saja, bisa-bisa Pertamina tidak mampu membiayai suplai avtur ke pelosok-pelosok. Sama filosofinya dengan BBM satu harga, kenapa Pertamina mampu mendanai BBM satu harga pada prisnispnya subsidi silang," terangnya.

Baca: Sensus Ekonomi 2026 Masih Berlangsung, BPS Minta Warga Tak Menolak Petugas

Menimbang kondisi tersebut, para pekerja akan menggelar aksi di Istana Negara pada 19 Februari 2019. Dia meminta agar Presiden Jokowi melindungi Pertamina. Lanjutnya, aksi ini akan diikuti oleh 300 pekerja Pertamina.

"Kami rencanakan tanggal 19 Februari nanti, kami tidak berbisik kami akan berteriak di jalan," tutupnya.

Terkait
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026
Ekonomi Riau Tumbuh 4,75 Persen, Sektor Nonmigas Jadi Motor Utama Pertumbuhan Triwulan II 2026
Pakar Kelautan Soroti Minimnya Ikan Laut dalam Menu MBG
Harga TBS Pelalawan Naik, Petani Mulai Tersenyum Usai P
Wilmar Group Buka Lowongan 8 Posisi di Sumatera dan Kal
Lainnya
Persediaan Beras Bulog Riau Masih Ada 8.040 Ton
Persediaan Beras Bulog Riau Masih Ada 8.040 Ton
Berita Foto: Ma'ruf Amin Meresmikan Berkunjung Sekaligu
Perusahaan Menantu Jokowi Garap Proyek KPR Pemerintah
Bapenda Pekanbaru Capai Angka Rp 506 Miliar PAD Sektor
Aceh
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
HK Buka Fungsional Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1, Permudah Akses Bantuan Bencana dan Libur Nataru
Presiden Prabowo Tinjau Pengerjaan Jembatan Bailey Teup
Pemko Banda Aceh Gratiskan Air untuk Rumah Ibadah selam
Pendidikan
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
SDN 4 Siak Kecil Bengkalis Dukung Pembatasan Penggunaan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik