Jabar-Korea Selatan Kerja Sama Dirikan Sekolah Kopi

Mawardi Tombang
Sabtu, 12 Januari 2019 10:40:06

KANALSUMATERA.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menjadikan Bisnis Kopi sebagai salah satu lahan industri kreatif daerah tersebut. Salah satu upaya Pemprov Jabar adalah mendorong promosi kopi sekaligus pariwisata agar semakin mendunia. Salah satunya melalui Sekolah Kopi Internasional.

Pemprov Jawa Barat akan bekerja sama dengan Korea untuk mendirikan sekolah kopi ini. Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil (Emil) di Bandung, Sabtu, mengatakan, sekolah ini akan berdiri di daerah pegunungan Jawa Barat karena di samping memberikan edukasi tentang kopi, melalui sekolah kopi ini diharapkan bisa menjadi sarana promosi keindahan alam Jawa Barat kepada dunia.

"Ada dua yang mau dikawinkan, yaitu promosi kopi Jawa Barat ke dunia dan promosi pariwisata," kata Gubernur Emil.

Dia mengatakan, kemarin, pihaknya melakukan pertemuan dengan Mr. Dong Cheol Yoon, Presiden Universitas Sung Kyul dari Korea Selatan yang juga perwakilan International Coffee Association di Gedung Pakuan, Jalan Otto Iskandardinata No1, Kota Bandung.

"Salah satu yang paling siap adalah sekolah internasional kopi dengan networking dari Korea. Karena orang Korea ini penggila kopi Asia yang indeksnya salah satu yang paling tinggi," lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan mencari tiga lokasi pegunungan dengan pemandangan alam menarik sebagai lokasi sekolah ini.Gubernur Emil berharap melalui sekolah kopi ini akan meningkatkan kualitas kopi Jabar sekaligus mendorong ekonomi masyarakat.

"Mudah-mudahan ini akan memperkuat kualitas perkopian kita. Jadi, ekonomi maju, brand kopi maju, pariwisata maju, dan Korea ternyata yang paling dulu, sehingga mudah-mudahan dalam enam bulan kita bisa resmikan sekolah kopi itu," ujar Emil.

Menurut Emil, apabila kopi Jawa Barat mendapat semakin banyak apresiasi dari dunia secara tidak langsung hal itu akan menjadi sarana promosi dengan begitu produksi kopi asli Jawa Barat akan meningkat.

"Sehingga nanti pesanan kopi semakin banyak dan pengetahuan kopi lokal juga semakin bagus, jadi kopinya semakin luar biasa," kata Emil.

Dia menambahkan, pihaknya sengaja mengajak Korea untuk mendirikan sekolah kopi ini di Jawa Barat dengan harapan di Korea akan ada gerai atau kafe khusus yang menjajakan kopi asal Jawa Barat.

"Saya izinkan membuat sekolah itu sambil ada kewajiban mereka membuat kafe di Korea Selatan dengan 100 persen kopi Jawa Barat. Kalau ini tercapai, Insya allah promosi pariwisata dapat, pengetahuan dapat, dan lain sebagainya," katanya.

Sebagai salah satu negara yang memiliki pecinta kopi tertinggi di Asia, Korea memberikan kritik terhadap cita rasa kopi Jawa Barat.Dia mengatakan menurut orang Korea petani kopi Indonesia masih keliru dalam mencampur biji kopi yang sudah matang dengan biji kopi yang masih mentah dan hal ini menimbulkan rasa yang tidak seragam.

"Dari sisi waktu memetik sampai dijemur dan jadi green bean ternyata masih banyak kekeliruan, salah satunya yang ditemukan adalah petani masih memetik yang sudah matang dan tidak matang dicampur, sehingga rasanya tidak seragam. Ada enak di awal, kecut di akhir. Kira-kira begitu.

"Tapi kalau dari (proses) green bean sampai roasting dan lain-lainnya itu dianggap sudah baik," katanya.

Sementara itu, Kadin Jawa Barat melihat sekolah kopi ini akan menghadirkan wajah baru industri wisata Jawa Barat melalui kopi dengan target ekspor.Selain itu, Jawa Barat juga akan berpeluang menjadi pusat studi kopi sekaligus tempat wisata kopi."Dunia kalau mau tentang kopi yang enak itu akan ke sini (Jawa Barat).

Jadi West Java itu become educational center for coffee through the tourism dengan target untuk meningkatkan ekspor kopi Jawa Barat," kata Pengurus Kadin Jawa Barat, Darningsih Rustiadji usai dirinya mendampingi Mr. Dong Cheol Yoon.

Lainnya
Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
Hendry Munief Dorong Pengusaha Muslimah Kembangkan Sektor UMKM dan Ekraf
RAPBN 2025: Optimisme Kebijakan Fiskal dalam Masa Trans
Baznas Siak Salurkan Zakat konsumtif kepada 106 Mustahi
Tim Satgas Pangan Jambi Temukan Banyak Produk Tidak Ses
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hukum
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegi
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Bengkalis
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
DPRD Bengkalis Setujui Digitalisasi Tiket Penyeberangan Ro-Ro
Nasional
Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti
Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Disesuaikan, Panglima Tindak Lanjuti
DPR Kawal Hak Pekerja PT Pos, Tagihan Rp158 Miliar Akhi
Usai Dapat Amnesti Prabowo, Gus Nur Gugat Negara Rp3,4
Pendidikan
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
SDN 4 Siak Kecil Bengkalis Dukung Pembatasan Penggunaan