Paradoks Dana SAL di Perbankan dan Pelambatan Kredit Dunia Usaha

Mawardi Tombang
Rabu, 24 Desember 2025 17:18:13

Oleh:

Ajib Hamdani
Analis Kebijakan Ekonomi Apindo

Pada Hari Senin, 22 Desember 2025, Kepala Departemen Makroprudensial Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menyampaikan bahwa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah sebesar Rp. 276 triliun di perbankan dinilai belum cukup kuat untuk mendorong penurunan signifkan suku bunga kredit. Hal ini sejalan dengan survey Apindo yang menilai bahwa 43,05% pelaku usaha menyebut tingkat suku bunga kredit perbankan terlalu tinggi.

Pada dasarnya, ada 3 (tiga) tantangan dalam meningkatkan akses modal dan demand terhadap kredit. Pertama, adalah faktor high cost of capital. Suku bunga di Indonesia relatif kurang kompetitif dibandingkan dengan negara ASEAN, maupun Asia lainnya. Indonesia hanya sedikit lebih baik dibandingkan dengan Sri Lanka. Dan secara kompetitif, masih kalah dibandingkan Vietnam, Malaysia, Thailand dan Kamboja. Pemerintah harus fokus mendorong daya saing dengan insentif moneter yang tepat sasaran dan tepat momentum.

Baca: Motor Listrik Nasional, Momentum Reindustrialisasi Ekonomi Dalam Negeri

Tantangan kedua, adalah pelemahan daya beli masyarakat. Sinyal daya beli sudah mulai membaik, tetapi belum sepenuhnya pulih. Indikator penurunan daya beli ini sesuai dengan data tabungan rumah tangga yang secara umum mengalami penurunan, kecuali untuk kelas atas. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) juga sudah membaik, tapi belum setinggi awal 2025 yang mencapai level 127. Bulan November 2025 sudah menyentuh level 124, rebound sejak Bulan September dan Oktober. Indikator IKK yang terus membaik menjadi sinyal positif tentang daya beli masyarakat.

Tantangan ketiga, adalah kualitas layanan keuangan. Daya saing dari efisiensi layanan keuangan di Indonesia masih menempati urutan terendah setelah Singapura, Vietnam dan Filipinan di regional ASEAN. Menurut survey business ready oleh World Bank perbankan di Indonesia mempunyai nilai 60 dari skala 100. Digitalisasi dan deregulasi diyakini bisa mendorong efisiensi operasional layanan keuangan.

Untuk perbaikan ke depan, dunia usaha mendorong agar stimulus yang holistik harus didesain untuk menyelesaikan masalah struktural penurunan daya beli dan high cost of doing business. Stimulus dan insentif harus menjawab 2 (dua) hal, dari sisi demand dan sisi supply.

Dari sisi demand, struktur pengeluaran masyarakat perlu diefisienkan. Hal ini meliputi: biaya transportasi, biaya hunian, konsumsi harian, cicilan, pendidikan, kesehatan dan skill.

Dari sisi supply, tingginya biaya produksi dan berusaha harus ditekan. Hal ini meliputi: biaya bahan baku, tenaga kerja, biaya pinjaman, energi, logistik, barang modal dan teknologi.

Pemerintah harus secara komprehensif mendorong bauran kebijakan fiskal, moneter dan regulasi pendukung, agar bisa menjadi pendorong daya ungkit kredit yang sehat, affordable buat dunia usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih eskalatif. Harapan dunia usaha ke depan tidak terjadi paradoks, likuiditas dana perbankan bisa berbanding lurus dengan tingkat kucuran kredit dan pertumbuhan ekonomi.

Jakarta, 24 Desember 2025



Lainnya
Bupati Alfedri Ajak Petani dan Peternak Manfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Bupati Alfedri Ajak Petani dan Peternak Manfaatkan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Bukti Cinta Istri Jaksa, Ginjal Yulis Penyambung Hidup
Kemenhub Bakalkan Rencana Batasi Jam Kerja Ojek Online
Kepala BP Batam Dipercayakan Kepada Staf Khusus Menko P
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB Tuai Kecaman DPR, KPK Diminta Usut Tuntas
KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Dip
Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria